Booming TV

Video Terbaru Ceramah Ustadz Yusuf Mansyur Live Streaming


Tentunya anda telah cukup familiar bila mendengar Nama Ustadz Yusuf Mansur dimana dalam setiap khutbah keagamaannya sering mengingatkan pada pentingnya bersedekah. Namun selain sebagai dai, beliau pun merupakan seorang penulis buku yang produktif dan juga merupakan pengusaha yang sukses. Pada kali ini kita akan menyajikan bigrafi dan profil beliau.

Menariknya, beliau yang sering membawa ceramah akan pentingnya sedekah ini telahir dari keluarga yang berkecukupan, keturunan Betawi, Ayahnya bernama Abdurrahman Mimbar dan ibunya bernama Humrifiah. Diketahui sebagai anak yang cerdas dan telah mendapatkan pendidikan dasar dasar agama seperti dengan masuk sekolah Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima yang terdapat di Tambora, Jakarta Barat.

Bila hari ini beliau menjadi dai terkenal itu lantaran telah menerima pendidikan agama sedari kecil, bahkan Yusuf kecil telah sering naik mimbar untuk berdakwah di acara yang di selenggarakan oleh pihak sekolahnya tiap kali memasuki Ramadhan. Dalam perjalanan pendidikannya, setelah MI beliau masuk ke Madrasah Tsanawiyah atau MTS (setarap SMP), menjadi pelajar yang paling muda dan mampu menamatkan studi-nya di MTS di umurnya yang beru menginjak 14, pada 1989 dan juga berhasil memperlihatkan kemampuannya sebagai pelajar terbaik di sekolah tersebut.

Beliau kemudian melanjutkan jenjang studinya ke Madrasah Aliyah negeri atau MAN (Setarap SMA) 1 Grogol. Tentunya belajar di sekolah sekolah formal Islam telah membuat pemahaman keagamaan beliau semakin lebih baik di umurnya yang menginjak remaja itu. Setelah tamat, lalu melanjutkannya ke IAIN Syarif Hidayatullah yang kini menjadi (UIN) dengan ambil konsentrasi Syariah di fakultas Hukum pada tahun 1992, namun ia berhenti kuliah sebab kesenangannya balapan motor telah mengambil alih kegiatan kuliahnya.

Dalam alur kisah hidupnya, sebagaimana manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, pernah merasakan dinginnya tidur di penjara lantaran terjerat banyaknya hutang dan kurangnya pengalaman sewaktu menerjuni dunia bisnis informatika pada 1996. Masih tak mau angkat bendera putih dalam meraih kesuksesannya, setelah bebas beliau berbisnis lagi tetapi usahanya itu kembali berbuah kegagalan dan banyaknya hutang membuatnya kembali masuk penjara pada 1998.

Manusia biasa yang menjadi luar biasa itu bukan yang tak punya kesalahan, namun menjadikan kesalahannya untuk memperbaiki diri, menjadikannya sebagai tangga menuju Tuhannya dengan cara bertobat atas kesalahannya itu. Di penjara, Yusuf kelaparan dan tidak menemukan jatah makanan kecuali sepotong roti yang terpaksa diambilnya dengan harapan agar bisa sedikit mengganjal rasa laparnya. Pada saat bersamaan, beliau pun melihat sejumlah ekor semut lagi mencari makanan. Maka dengan rasa sayang dan paham akan penderitaan lapar rela memotong roti untuk dibagi dua dengan semut semut tersebut.

Sebagaimana yang sering diceritakannya, atas perbuatannya itu, beliau langsung mendapatkan nasi bungkus padang. Peristiwa yang dialaminya itu pada akhirnya memberikan kesadaran dan pemahaman pada beliau akan pentingnya bersedekah. Maka setelahnya beliau bebas, beliau mencoba terus melaksanakan pemahamannya itu sambil bersabar dan merintis usaha kecil kecilan. Secara perlahan hidupnya pun membaik.

Beliau menceritakan kisah kisahnya selama di penjara di buku yang ditulisnya, judulnya "Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang". Buku ini disambut sangat baik oleh masyarakat dan membuatnya sering diundang untuk berceramah. Sekarang, seorang dai terkenal yang kerap menekankan pentingnya bersedekah dalam setiap ceramahnya ini merupakan pimpinan dari Pondok Pesantren Darul Quraan dan pengajian Wisata Hati, dan seorang pengusaha sukses dan penulis buku produktif.