Booming TV

Video Terbaru Ceramah Ustadz Hanan Attaki Live Streaming


Lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Ustadz Hanan Attaki menyajikan sesuatu yang unik dalam gaya ceramahnya dan sangat disukai oleh banyak Muslim di Tanah Air, khususnya kawula muda yang haus akan ilmu agama dengan penjelasan yang ringan dan mudah dimengerti. Dalam berdakwah, beliau pun tertarik pada kawula muda, baik itu anak punk, dan lainnya menjadi sasaran dakwahnya, dengan menyajikan ide dakwah asik, gaul dan syar’i untuk kawula muda.

Dakwah yang bentuknya pengajaran, menurutnya, sejauh ini umumnya hanya menyentuh orang telah aktif di masjid. Sementara mengajak para kawula muda di luar sana masih jarang, tentunya mereka pun harus disentuh dengan dakwah, mengajak kepada jalan Tuhan yang penuh rahmat dan hikmah. Maka untuk bisa mewujudkan ide dakwah asyiik gaul dan syar’i, anak muda yang lahir pada 31 Desember 1981 di Aceh ini meluncurkan sebuah gerakan yang dinamakan Pemuda Hijrah.

Gerakan ini telah ada sejak 2015 yang lampau, dan sejak itu ia pun putuskan ingin mempunyai manfaat untuk kota Bandung, menyiarkan nilai nilai keislaman dalam dakwahnya melalui Pemuda Hijrah. Ustadz yang merupakan anak ke 5 dari 7 bersaudara ini ingin ada sistem perubahan masyarakat dengan hadirnya dakwah kepada yang lebih baik. Dia pun menyajikan gaya berdakwah yang ringan dan bisa diterima oleh kawula muda.

Ustadz yang sempat menjadi qori terbaik versi Fajar TV, Kairo 2005 ini kerap mensupport para jomblo didalam kesempatan dakwahnya supaya lekas menggenapkan setengah agamanya. Lebih lanjut, beliau pun memiliki istilah untuk mereka para jomblo yang masih tetap mau menjaga diri dari perzinahan dan selalu menuntut ilmu supaya bisa sempurnakan agama pada dirinya, yaitu, “Jomblo fii sabilillah”.

Masa pendidikannya, diantaranya adalah dengan mondok di Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh dan seterusnya menyelesaikan studinya di Al Azhar, Kairo, Mesir. Semenjak SD, beliau telah meraih beasiswa, dan sejumlah kali bisa kantongi kemenangan Tilawatil Quran. Hadiah yang diraihnya masa itu begitu mempunyai makna tersendiri untuk Hanan kecil, mulai dari sepeda yang bisa dipergunakannya untuk bersekolah, sampai dengan televisi untuk keluarga.

Ketika masuk ke perguruan tinggi pun dengan beasiswa, dan tak tanggung tanggung, beliau menerima beasiswa dari tiga lembaga. Beliau dilahirkan dari keluarga yang pas pasan, sehingga beliau pun sempat merasakan khawatir ketika akan berangkat belajar di luar negeri. Namun salah satu gurunya menguatkan beliau supaya tidak khawatir dan takut dengan membukakan pemahamannya bahwa Allah akan selalu mencukupi.

Dengan begitu, perjalanannya dalam menuntut ilmu pun murni dengan bekal keyakinan pada Tuhannya. Dalam menghidupi dirinya di luar negeri, beliau pun menjalankan usaha dari mulai menjual bakso, catering dan juga joki hajar aswad. Setelah kembali, beliau tinggal di kota kembang dan mulai mengawali berdakwah, juga menjadi direktur Rumah Qur’an Salman-ITB, pendidik Jendela Hati (JH) dan STQ Habiburrahman.