Booming TV

Video Terbaru Ceramah Ustadz Evie Effendi Live Streaming


Ustadz Evie Effendi mempunyai julukan ustadz gaul dan nyentrik. Hal itu dapat dilihat dari mulai cara berpakaiannya ketika memberikan ceramah ceramahnya, berbeda dari para Ustadz lainnya, beliau merasa nyaman dengan pakaian ala kawula muda, mengenakan kemeja flanel, kaos dan kupluk yang menjadi cirri khasnya. Sebagaimana yang diungkapkannya tentunya sangat baik untuk menjadi diri sendiri, dan karena Allah melihat ketakwaan, bukan pakaian.

Selain cara berbusananya yang menarik ketika memberikan ceramahnya, cara bicaranya pun dalam ceramah dengan bahasa tutur dengan pilihan kata-kata populer. Beliau memberikan dakwah aneka tema terkait risalah Islam dengan santai dan mudah dipahami, namun sarat makna. Selain itu, ustadz yang mempunyai moto Gapleh “Gaul tapi soleh” suka sisipkan puisi dan bersenandung.

Manusia biasa yang menjadi luar biasa terkadang tak luput dari kesalahan, namun ia bisa perbaiki diri sejalan dengan fitrah yang condong pada kebaikan, menjadikan kesalahannya sebagai tangga mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara bertobat. Dalam perjalanan hidup Evie, beliau berhasil keluar keluar dari kegelapan menuju cahaya Islam yang terang benderang, menjadi perjalanan hijrah yang luar biasa. Dari seorang berandalan, sering adu jotos, sampai merasakan dinginnya bermalam di hotel prodeo telah dialami Ustadz yang satu ini di masa mudanya sebagaimana yang pernah diceritakan dalam salah satu ceramahnya.

Malam demi malam yang dilaluinya di penjara bagaikan neraka dunia, seperti yang di ungkapkannya, secara perlahan mulai membawa anak muda kelahiran 19 Januari 1976 ini ke jalan yang lurus. Dengan perenungan yang dilakukannya, bahwa hidup ini hanya sementara dan membayangkan kesedihan ibunda-nya melihat anak yang ngacapruk (ngaco) semakin membuatnya mantap untuk bertobat. Beliau pun bangkit, kembali pada jalan Tuhan yang diridoi, menegakkan shalat dan memperbanyak dzikir di balik jeruji penjara.

Setelah bebas, beliau mulai mengawali lembaran baru, membuang jauh hikayat bejat dan meyakini bahwa tidak ada kata terlambat untuk melangkah di jalan yang benar, menempuh perjalanan yang berbudi luhur. Sebagaimana dalam ceramahnya beliau menyemangati untuk tidak pesimistis dalam meraih kehidupan yang lebih baik dan diridoi Tuhan walaupun telah banyak dosa. Beliau memberikan kesadaran pentingnya bertobat dan berakhlak baik walau tetap gaul, sebab ajal itu tak pernah menanti tobat kita.

Dalam perjalanan mendalami ajaran agamanya, beliau yang tamatan SMP 49 Bandung dan sempat pesantren ini sering kunjungi kajian dan pengajian yang diselenggarakan di masjid masjid. Dengan tekad yang bulat beliau pun sampai rela untuk meninggalkan pekerjaan yang telah digelutinya sepuluh tahun sebab menyadari pentingnya untuk meraih ilmu ilmu yang bisa membawa keselamatan dirinya di akhirat, dan beliau pun tidak melupakan sohib-sohibnya untuk berhijrah dan mengajarkan membaca al-Quran.

Proses berhijrah membawanya pada alur rumit. Selain berhenti dari pekerjaannya, ia pun harus menghadapi perceraian dengan istrinya, Anie Mulyanie. Namun karena hijrah adalah komitmen dengan Tuhan dan membawa kebaikan hidup, sesudah diuji dengan perceraian itu pada akhirnya dapat menikah kembali dengan istrinya. Sekarang beliau tinggal dengan istri dan empat anaknya Shakkilla Tushalimah, Nazwa Amalia Tsaqib, Dzakira Talitha Eviani dan Shaquena Humaira.

Ustadz saat ini rutin mengisi program di Mutiara Pagi Hits Radio 103.9 FM Bandung, merupakan pembicara di Damai Indonesiaku TV One, sebagai host di Risalah hati Net TV agen Jabar, dan sempat mengisi program Islam Itu Indah Trans TV. Dari moto beliau sebagaimana yang telah kita sebutkan, maka jelas bahwa Ustadz yang satu ini mengajak orang orang pada akhlak yang terpuji dan tetap gaul.